Sabtu pagi, hari yang sangat cocok untuk jogging, cuaca hari itu pun mendukung. Baik aku akan jogging hingga ke komplek sebelah, sesuatu berjalan normal seperti biasanya, sampai aku bertemu dengan sahabat ku ketika tiba di komplek itu. Seperti ada yang janggal dengan nya hari itu, tapi dia selalu berusaha untuk menutupi nya, sembari melanjutkan jogging, sesekali dia mengajakku untuk beradu cepat lari. Sampai akhirnya kami berhenti di sebuah pohon besar sambil meng istirahat kan badan. Dan pada saat istirahat itu lah sesuatu yang kupikir janggal terjadi. Dia tiba-tiba berbicara, "mengapa semua orang tidak menganggap ku? Setiap kali orang berbicara dengan ku, aku selalu memperhatikan setiap omongannya, aku selalu memperhatikan setiap ekspresi nya, aku selalu berusaha untuk membuat orang lain nyaman saat berbicara denganku. Tapi setiap aku berbicara dengan mereka, mereka selalu merasa masa bodo dengan apa yang sedang ku alami? Bahkan aku sering mengulangi perkataan ku, saat aku sedang berbicara?!" omongan nya itu langsung membuat ku shock, sahabat ku yang satu ini tidak pernah menunjukkan ekspresi seperti ini sebelum nya, aku mengenal dia dari kecil tapi baru kali ini aku melihat nya begitu emosional. "Mengapa kau berkata seperti itu? Aku tidak tahu jawaban mengapa orang lain tidak menganggapmu", jawab ku singkat, " apakah aku terlahir kedunia ini hanya untuk menjadi seorang yang harus mengerti semua orang dan tidak ada yang mengerti dengan ku? Sebenarnya dunia macam apa ini?!" ucapannya itu menunjukkan bahwa dia semakin emosional, jujur saja aku tidak pernah berhadapan dengan orang yang sedang emosional seperti ini sebelumnya, karena itulah aku merasa bingung ketika dia menanyakan pertanyaan yang belum pernah kudengar sebelumnya. "Apakah tuhan tidak sayang terhadap hambanya? Aku selalu beribadah kepadanya, aku selalu berusaha untuk selalu bertaqwa kepada-Nya tapi mengapa aku harus menghadapi hal menjijikan seperti ini? Selalu tidak dianggap dengan orang lain!" saat dia menyebut tuhan itulah aku memiliki kata-kata yang mungkin saja bisa membuatnya tenang," hmmmm, kau tahu, mungkin ini adalah cara tuhan untuk menghabisakan jatah "susah" untuk dirimu, bisa saja suatu saat kau akan diberi suatu hadiah dari tuhan yang bahkan bisa membuatmu lupa bahwa kau sedang memiliki masalah yang besar. Dan jangan pernah peduli jika orang tidak menganggapmu untuk saat ini, terus lah untuk selalu mendengarkan apa yang orang lain bicara kan dengan mu. Bukan tidak mungkin jika orang-orang itu hanya menceritakan kisah nya kepada mu seorang dan tidak menceritakannya dengan yang lain, mungkin di mata orang lain kau sosok yang begitu spesial, tapi mereka enggan memberitahumu. Dan jika tidak ada satu orang pun yang mau mendengarkanmu, datanglah padaku, karena aku akan selalu menjadi teman bicara mu, dan tetap lah menjadi orang baik dimana pun kau berada".
Translate
Senin, 16 Maret 2015
Sabtu, 14 Maret 2015
Gadis unik itu...
Siang itu saya sedang duduk di lorong kampus sembari membaca buku, suasana siang itu sangat tenang karena orang-orang sedang berada di dalam kelas untuk kuliah. Namun ada yang sesuatu yang membuatku mengalihkan pandangan dari buku yang sedang ku baca, ternyata itu adalah teman yang baru aku kenal beberapa bulan ini. Dalam pandangan ku dia terlihat sedang menulis sesuatu pada kertas berukuran A3, dia baru saja tiba di lorong itu dan duduk di sebuah bangku di dekat lift yang jaraknya tidak terlalu jauh dari posisi ku duduk. Tetapi dia terlihat tidak nyaman dengan pensil dan kertas itu, "apa yang sebenarnya terjadi pada gadis itu?" hati ku bertanya pada pikiran ku, dan pikiran ku pun menjawab dengan sinis nya, "kau tahu bahwa dia tidak ingin kau menatapnya!". Dan saat itu pula lah aku kembali fokus kepada buku yang sedang ku baca, namun apa daya, hati nurani ku masih penasaran dengan apa yang ada di pikiran gadis itu, dia terlihat sedang menghadapi masalah. Pada akhirnya dia menatap ku dengan tatapan pengharapan. Apa yang sesungguhnya terjadi? Seakan tatapan mata itu mengirim pesan padaku, " hey, kamu yang sedang menatapku, aku ingin bercerita pada mu, apa kau tidak ingin mendengarkan cerita dari ku?". Eyecontact itu berlangsung sekitar 10 detik dan pada akhirnya dia pun pergi tanpa menghampiriku. Saat itu aku hanya bisa bertanya pada diri sendiri, "apa yang dia ingin katakan? Mengapa dia tidak mengatakannya pada ku? Biarpum aku baru mengenalmu, tapi aku bisa menjadi pendengar yang baik untuk mu, kau bisa mengeluarkan semua hal yang mengganggu mu padaku, aku tahu jika kau adalah gadis unik yang membutuhkan cukup kebebasan".